Minggu, 21 Februari 2016

Jika ada pilihan mau mandi pake air dingin atau panas, pilih yang mana???

Sahabat Thomson, jika diberi pilihan, mandi air dingin atau air hangat? Kebanyakan orang pasti akan lebih memilih air hangat untuk mandi. Tidak mengherankan karena sebagian orang, memang enggan mandi menggunakan air dingin, terutama di pagi hari karena membuat tubuh menggigil dan kurang nyaman.
Di balik keengganan sebagian besar orang untuk mandi air dingin, sebenarnya mandi air dingin lebih memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Salah satunya, memberikan efek segar sehingga Anda lebih bersemangat beraktivitas di pagi hari.
Tidak hanya membangkitkan semangat, dikutip dari laman greatist.com mandi air dingin juga membawa beberapa manfaat lain bagi tubuh, di antaranya:

  • Membangkitkan Mood. Air dingin bisa memberikan efek hydrotherapy yang bisa mengaktifkan hormon-hormon tertentu pada tubuh. Air dingin meningkatkan level beta-endorphon dan noradrenaline pada darah dan otak. Dua hormon ini berfungsi sebagai anti-depresan yang membantu meningkatkan mood.
  • Meredakan Nyeri Otot. Sakit atau nyeri otot yang terjadi setelah olahraga berat bisa diredakan dengan mandi air dingin. Untuk melakukannya Anda cukup memfokuskan guyuran air dingin pada bagian yang terasa nyeri atau sakit, selama lebih kurang lima menit.
  • Mempercantik Kulit. Air dingin juga bisa membuat kulit lebih sehat dan tampak cantik. Saat membersihkan wajah, basahi kulit dengan air hangat lalu bilas. Kemudian lanjutkan dengan membilaskan air dingin. Air dingin membantu mengencangkan kulit dan mengecilkan tampilan pori-pori, selain itu juga meredakan kemerahan dan mengurangi mata sembab di bawah mata.
  • Rambut Lebih Berkilau. Kutikel rambut bisa jadi kering akibat terkena siraman air panas, maka dari itu jika ingin rambut Anda lebih sehat, keramaslah dengan air dingin.
Sahabat Thomson, semoga informasi ini bisa memberikan sedikit wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

Minggu, 14 Februari 2016

Sering Bersin-bersin?, ini dia penyebabnya...

Sahabat Thomson, siapa yang belum pernah mengalami bersin? Saya rasa setiap orang sudah pernah mengalami bersin. Entah itu pada saat sedang membersihkan rumah, saat flu, atau saat terkena udara dingin. Beberapa orang bisa saja mengalami bersin seiap hari, akan tetapi sebagian orang yang lainnya hanya mengalami bersin pada waktu - waktu tertentu saja. Lalu sebenarnya apa yang disebut dengan bersin? kenapa orang bisa bersin? apa penyebabnya?

Arti dari kata bersin adalah keluarnya udara semi otonom yang terjadi dengan keras lewat hidung dan mulut. Dari literatur yang saya dapatkan, udara ini dapat mencapai kecepatan 70 m/detik atau sama saja dengan 250 km/jam. Perlu diketahui bahwa bersin dapat menyebarkan penyakit melalui butir - butir air yang terinfeksi. Butir - butir air ini ukuran diameternya berkisar antara 0,5 hingga 5 µm.

bersin
Bersin merupakan reaksi reflek untuk mengeluarkan udara yang mengandung partikel atau benda asing yang mengganggu atau menyebabkan gatal di dalam hidung dan juga membersihkan rongga hidung atau saluran pernafasan bagian bawah. Dapat dikatakan pula bahwa bersin merupakan salah satu cara tubuh untuk mengatur ulang sistem di dalam tubuh. Bersin yang terjadi melibatkan sinyal biokimia yang mengatur detak silia (rambut mikroskopis) pada sel-sel yang melapisi rongga hidung. Dalam hal ini, rangsangan yang datang ditangkap oleh reseptor taktil hidung. Rangsangan kemudian dilanjutkan ke Nervous Trigeminus dan dilanjutkan ke pusat pernafasan di medula oblongata. Mekanisme terjadinya reflek bersin ini dimulai dari terangsangnya bagian - bagian yang peka pada saluran pernafasan. Rangsangan ditangkap oleh sensor taktil dan kemoreseptor aferen melalui Nervous Vagus menuju pusat pernafasan (medula oblongata). Sebagai contoh adalah rangsangan yang berupa benda asing memasuki rongga hidung atau saluran pernafasan bagian bawah, kemudian pusat pernafasan memerintah tubuh untuk melakukan reflek bersin agar benda asing tersebut dapat dikeluarkan. pada reflek bersin ovula dikondisikan ke bawah, sehingga memungkinkan aliran udara ekspirasi (aliran udara yang keluar) menjadi kuat dan dapat melalui rongga mulut dan rongga hidung.

Bersin biasanya dihubungkan dengan penyakit influenza. Akan tetapi pada kenyataannya bersin bukan hanya merupkan gejala penyakit influenza saja, bersin dapat juga merupakan gejala penyakit pernafasan, sebagai contoh adalah rhinitis dan selesma. Oleh karena itu ketika bersin disarankan untuk menutup mulut dan hidung untuk mencegah air atau ingus dan partikel lain yang keluar mengenai orang lain.

Bersin juga dapat disebabkan karena alergi, misalnya bersin terjadi ketika pagi hari atau setelah mandi pagi, suhu tubuh pada pagi hari menurun, sehingga membuat tubuh menjadi sensitif; adanya reaksi alergi terhadap suatu alergen (sesuatu yang menyebabkan alergi, misalnya debu di kamar, rumput, serbuk sari, bulu binatang maupun udara kotor yang terhirup saat bangun tidur). Bagi penderita alergi, biasanya bersin disertai hidung gatal dan mata berair. Selain itu, bagi penderita alergi biasanya tubuhnya cepat bereaksi pada suhu pagi hari. Hal ini terjadi karena selama tidur suhu tubuh akan menurun secara alami. Selama istirahat pernafasan berjalan normal dan debu yang di hidung akan mengendap, sehingga pada saat bangun tidur di pagi hari mengalami bersin-bersin yang disebabkan oleh tanggapan syaraf hidung pada debu yang mengendap tersebut.

Alergi pada suhu dingin maupun pada alergen (sesuatu yang menyebabkan alergi) yang menyebabkan bersin di pagi hari merupakan tingkat sensitif tubuh yang berlebihan pada alergen tertentu. Hipersensitivitas dari sistem kekebalan tubuh tersebut adalah tanda adanya zat yang dinilai tubuh tidak cocok. saat sistem kekebalan tubuh mulai terbangun, misalnya setelah sarapan atau beranjak siang, tanggapan tubuh pada alergen tersebut akan hilang.

Orang yang menderita sinusitis biasanya cenderung lebih sering mengalami bersin bila dibandingkan dengan orang yang normal (tidak menderita sinusitis).

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa bersin adalah salah satu cara tubuh untuk mengatur ulang sistem alami di dalam tubuh. Saat proses bersin berjalan dengan baik, hal tersebut akan mengatur ulang lingkungan di dalam saluran hidung sehingga benda asing atau partikel buruk yang terhirup dan terperangkap di dalam hidung dapat dikeluarkan. Namun, hal tersebut tidak berlaku pada penderita sinusitis. Pada penderita sinusitis sel - selnya tidak menanggapi bersin sebagai cara untuk mengatur ulang sistem alami tubuh seperti halnya yang terjadi pada sel orang sehat, sehingga penderita sinusitis akan lebih sering bersin karena ia tidak berhasil mengatur ulang lingkungan di dalam hidungnya dengan baik atau kurang berhasil dalam melakukannya. Lalu apa yang sebenarnya disebut dengan sinusitis?

Sinusitis adalah suatu penyakit yang terjadi di daerah sinus (rongga udara yang terdapat di area wajah yang terhubung dengan rongga hidung oleh sejumlah saluran sempit dan dilapisi selaput penghasil lendir. Fungsi dari sinus ini adalah untuk menjaga kelembaban hidung dan menjaga pertukaran udara di dalam hidung). Sinusitis merupakan penyakit yang terjadi karena peradangan sinus, rongga yang terisi udara di tengkorak yang terletak di bagian belakang hidung dan mata, serta pipi dan dahi.

Sinusitis disebabkan oleh infeksi bakteri sekunder di dalam sinus yang tersumbat. Dalam literatur lain di jelaskan bahwa penyebab paling umum dari sinusitis adalah infeksi virus, misalnya salesma. Jika saluran penghubung dari hidung ke sinus terseumbat akibat infeksi virus, maka lendir akan terkumpul di sinus. Pada saat terkumpul, sinus dapat terinfeksi oleh bakteri. Sumbatan saluran seperti itu cenderung lebih mungkin terjadi pada orang dengan abnormalitas hidung, misalnya polip hidung atau sekat hidung yang miring.
Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan Anda Sahabat Thomson ^_^

Kamis, 04 Februari 2016

Anda Suka Jenggol? Sudah Tahu Manfaatnya? dan ternyata ada efek negatifnya low

    Sahabat Thomson, Jering atau jengkol atau nama latinnya Archidendron pauciflorum, sinonim: A. jiringa, Pithecellobium jiringa, dan P. lobatum adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Bijinya digemari di Malaysia, Thailand, dan Indonesia sebagai bahan pangan. Jengkol termasuk suku polong-polongan (Fabaceae. Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna coklat mengilap. Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap pada urin setelah diolah dan diproses oleh pencernaan, terutama bila dimakan segar sebagai lalap.

Jengkol, setelah diteliti dan diuji labolatorium, ternyata mengandung serat yang tinggi, asam jengkolat, vitamin (meskipun belum jelas jenisnya) dan juga mineral.

Adapun khasiat dari jengkol menurut para ahli kesehatan:

- Memperlancar proses buang air besar / cuci perut, ini dikarenakan jengkol mengandung serat yang tinggi.
- Jengkol juga dapat mencegah penyakit diabetes / kencing manis, mungkin karena kandungan asam dan  mineralnya.
- Jengkol dapat mencegah penyakit jantung koroner

- Jengkol diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung.
- Tanaman jengkol diperkirakan juga mempunyai kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat.

Dan mungkin masih banyak lagi khasiatnya yang belum diketahui. Tetapi yang perlu diperhatikan disini adalah jangan terlalu banyak memakannya, kenapa?

EFEK NEGATIF

Efek negative jengkol yaitu:

* Yang biasa di timbulkan adalah penyakit yang disebut kejengkolan alias susah buang air kecil dan terasa sakit sekali sewaktu keluarnya, ada juga yang bilang penyakit ini anyang-anyangan.

Hal ini disebabkan karena kandungan asamnya, tetapi tidak semua yang mengkonsumsinya lantas mengalami kejengkolan, menurut ahli kesehatan tergantung kadar asam yang dikandung biji jengkol itu dan juga kadar asam yang terdapat di tubuh kita dan factor genetika dari kita mempengaruhi.
Tetapi kalau kita mengalami kejengkolan jangan khawatir obatnya adalah banyak minum air putih dan soda.

* Kemudian yang paling umum dari akibat memakan jengkol adalah penyakit mulut naga alias bau mulut dan kencing kebo alias pesing.

*Selain bau, jengkol dapat mengganggu kesehatan seseorang karena konsumsi jengkol berlebihan menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di saluran urin, yang disebut "jengkolan". Ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi dan sukar larut di air pada pH yang masam. Konsumsi berlebihan akan menyebabkan terbentuknya kristal dan mengganggu urinasi. Risiko terkena jengkolan diketahui bervariasi pada setiap orang, dan dipengaruhi secara genetik dan oleh lingkungan.

CARA MENGATASI BAU JENGKOL

Ada yang bilang untuk mengatasinya dengan makan buah ketimun, mengunyah beras mentah,minum kopi hitam atau mengunyah pucuk cengkeh, tapi mungkin yang paling mujarab dan praktis yaitu dengan sikat gigi dan kumur-kumur dengan obat kumur. Efek negatif bau Jengkol sebenarnya dapat dikurangi dengan perendaman atau perebusan. Bau pada waktu kencing dapat dikurangi apabila pembilasan dilakukan sebelum dan sesudah kencing dengan jumlah air yang cukup.

HUKUM MAKAN PETAI & JENGKOL DARI SEGI AGAMA

Menurut jumhur (sebagian besar) ulama memakannya adalah makruh (tidak berdosa tetapi kurang disukai) karena menimbulkan bau tidak sedap. Alasannya adalah hadits nabi yang artinya kurang lebih seperti ini (maaf kalau terdapat kesalahan) : “Orang yang memakan bawang putih atau bawang merah hendaknya jangan mendekati kami dan rumah ibadah kami”. (H.R. Imam Muslim).

Menurut ulama maksud hadits ini adalah kalau memakan bawang putih atau merah dalam jumlah banyak dan menimbulkan bau mulut hendaknya jangan melakukan ibadah di masjid/musholla karena dikhawatirkan jama’ah yang lain akan terganggu, jadi cukup beribadah di rumah saja. Akan tetapi kalau sedikit dan tidak menimbulkan bau itu diperbolehkan karena tidak menggangu orang lain, dan kalau tidak menimbulkan bau menurut ulama hukum makruhnya pun dengan sendirinya menjadi hilang.
Dan rasanya lucu juga ya, kalau sampai ada fatwa MUI hanya karena masalah jengkol dan pete???
Karena sama-sama dapat menimbulkan bau itulah pete dan jengkol dikiaskan (disamakan hukumnya) dengan memakan bawang putih atau merah.

Manfaat Jengkol Untuk Obat

Biji jengkol biasa dimakan segar ataupun diolah (biasanya disemur, dan dikenal oleh orang Sunda sebagai ati maung atau "hati macan"). Bijinya lunak dan empuk. Tekstur inilah yang membuatnya disukai. Aromanya agak menyerupai petai tetapi lebih lemah. Namun demikian tidak demikian bila sudah dibuang dari urin.

Selain disemur, biji jengkol juga dapat dibuat menjadi keripik seperti halnya emping dari melinjo, dengan cara ditumbuk/digencet hingga pipih, dikeringkan dan digoreng dengan minyak panas.